KISAH: Akibat Tidak Kroscek
Dalam kesempatan khutbah Jumat 22 Dzul-Hijjah 1445 H, bertepatan dengan 28 juni 2024, Syaikh Ali Al-Hudzaifi selaku khatib berkisah.
Sebelumnya, beliau hafidzahullah merupakan murid dari Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah. Saat ini berdomisili di Yaman dan mengajar disana. Pernah hadir di indonesia untuk mengisi daurah nasional waktu itu. Beliau termasuk ulama yang sering berkisah, terutama mengenai biografi-biografi para ulama, untuk diambil ibrahnya.
Beliau memulai kisahnya,
Di Afghanistan ada sebuah masjid besar yang dekat dengan jalan raya. Pengadaan kajian-kajian ilmiyyah juga rutin didalamnya.
Di suatu hari, digelarlah kajian ilmiyyah khusus untuk para wanita. Di tengah kajian berlangsung, tiba-tiba keluar seorang kakek dari dalam masjid. Kakek ini bertugas sebagai pembantu masjid tersebut.
Dengan membawa kertas yang terbakar, si kakek tadi berteriak di tengah kerumunan orang-orang. "Ia mengklaim bahwa kertas itu adalah mushaf".
Tak Butuh waktu lama manusia pun berkumpul mengitari si kakek. Karena memang posisi masjid itu sangat dekat dengan jalan raya.
Maka dia pun memberi kabar kepada orang-orang, bahwa di masjid ini ada seorang wanita yang membakar kertas mushaf, sebagai bentuk merendahkan Al-Quran.
Sambil menangis keras si kakek menyemangati mereka,
"Mana ghairah (kecemburuan) kalian?! Ayo tunjukkan, jika kalian memang menjaga Al-Quran!"
"Seandainya saja saya masih muda, niscaya saya akan menghukum dan memberi efek jera kepada wanita ini!"
Lanjutnya.
Tidak cukup disini, si kakek ini pun memberitahu kepada mereka nama perempuan tadi.
Maka manusia pun berbondong-bondong masuk ke dalam masjid untuk mencari wanita itu. Lalu mereka memaksanya untuk keluar dari masjid. Semua orang mengitari wanita ini. Kegaduhan terjadi. Suara-suara meninggi.
Maka si wanita pun dibawa keluar masjid dalam keadaan dia tidak mampu untuk berbicara, karena padatnya manusia dan gaduhnya suasana.
Ketika si wanita melihat orang-orang marah dan jengkel kepadanya. Ia pun kembali masuk ke dalam masjid. Ia menyangka bahwa orang-orang tidak akan memaksanya keluar kembali, karena masjid saat itu memang dikhususkan untuk para wanita.
Ternyata tidak, dengan tanpa rasa malu mereka menariknya di tengah kerumunan para wanita. Lalu digeret keluar masjid.
Kemudian mereka menyiksanya beramai-ramai. Ada yang menendang, menonjok. Bahkan ada yang melemparinya dengan batu, memukulnya dengan tongkat.
"Apakah kamu lancang membakar mushaf wahai wanita kafir?!. Wahai wanita yang telah murtad?!". Teriak mereka.
Tak lama kemudian polisi-polisi pun berdatangan untuk mengamankan suasana. Namun sayang, para polisi tidak mampu menangani, karena padat dan ramainya manusia. Kemudian para polisi berusaha mengamankan si wanita tersebut dengan menaikkannya di sebuah tempat yang tinggi.
Tapi, manusia memang melampaui batas.
Mereka melemparinya dengan batu, sampai membuat si wanita terjatuh dari tempatnya. Melihatnya jatuh tak berdaya, siksaan bukannya berhenti malah semakin dahsyat.
Pukulan, tendangan, lemparan batu, bahkan pukulan dengan tongkat terus menyerang tubuh si wanita. Semakin kesini, jumlah orang yang menyiksanya semakin banyak, mengingat ramai pengendara yang berhenti dan melihat kejadian itu.
Kemudian salah seorang dari mereka ada yang mengusulkan untuk menggilasnya dengan mobilnya. Serentak usulannya diterima. Segera saja, mobil itu menggilas tubuh lemah si wanita. Tak cukup disini, badannya diikat pada bagian belakang mobil lalu ia digeret.
Kemudian yang terakhir. Terpikirlah dari sebagian mereka untuk membakar wanita ini. Ketika mereka mulai menyalakan api untuk membakarnya, mereka tidak mampu membakarnya. Sebab, tubuh si wanita telah basah kuyup dengan lumuran darah. Satu-satunya cara, melepas baju dan celananya. Setelah ia tak berbusana. Mulailah mereka menyalahkan api. Kobaran api begitu lahap dengan cepat melenyapkan tubuh si wanita tadi.
Tak butuh waktu lama, tubuh bonyoknya dengan lumuran darah dari segala sisi berubah menjadi seonggok mayat yang gosong terbakar dengan api.
Pembaca setia...
Kisah wanita ini menjadi viral di negara Afghanistan kala itu. Bahkan di seantero negeri. Media-media Afghanistan turut menyebarkan berita tentang wanita ini.
Semua media menyebutkan bahwa wanita ini adalah wanita yang murtad, kafir lagi lancang membakar mushaf di rumah Allah.
Bahkan media-media asing pun turut membahas tentang wanita ini. Islam dituduh sebagai agama keras. Tidak memuliakan wanita, bablas dan melampaui batas.
Dari sisi lain tanda tanya tetap besar. Lembaga islam kepengurusan masjid-masjid, berusaha untuk mencari detail kisah ini sebenarnya.
Setelah mereka mencari tau lebih dalam. Faktapun terkuak. Ternyata si wanita tersebut adalah seorang wanita yang taat beragama, sosok wanita shalihah.
Bahkan dia merupakan lulusan perguruan tinggi Islam, yang banyak para wanita lain tidak sampai di jenjang tersebut. Lagi pula ia menjadi wanita yang mengajar di masjid tersebut, atas perintah dari lembaga Islam kepengurusan masjid kota Afghanistan. Fakta ini dari murid-murid si wanita langsung.
Allahu Akbar..
Lalu mengapa semua ini sampai terjadi?
Murid-murid si wanita (Ustadzah) membongkar fakta sebenarnya, Memang Ustadzah sangat sering berselisih dengan si kakek jahat/clening service (pembantu masjid) itu.
Pasalnya, si kakek jahat tadi sering melakukan praktek sihir, terkhusus kepada para wanita. Sihir yang ia gunakan adalah jenis penarik. Penarik agar para wanita cinta ke dia. Allahul-Mustaan.
Karenanya Ustadzah sering mengingkarinya. (Dajjal satu ini) (kata Syaikh Ali).
Nah, pada hari tragedi pembunuhan Ustadzah. Dajjal ini sedang meramal mantra-mantra dengan jimat-jimat berupa tulisan di sebuah kertas.
Mellihat manusia mulai berkumpul di sekelilingnya. Ustadzah pun menghentikan kajiannya, lalu menuju orang ini, seraya menegur keras,
"Hentikan praktik ini!. Jika tidak, saya akan melaporkannya ke polisi!".
Kemudian Ustadzah membakar sebagian kertas jimat tadi. Lalu beliau melanjutkan kajiannya. Beliau menerangkan kepada kami tentang bahaya sihir, dampak negatifnya dan siksa Allah bagi para penyihir.
Mendengar itu, si dajjal emosi, ia pun menuju jalan raya dan berteriak…
Manusia ketika itu, tidak ada tatsabbut (kroscek). Tanpa memerhatikan kertas dan isinya sama sekali. Padahal setelah fakta benar ini meluas. mereka mencoba kembali meneliti kertas tersebut.
Dan ternyata benar, kertas itu bukanlah kertas Al-Quran, melainkan kertas yang berisikan mantra-mantra penyihir. Allahul-Mustaan.
Maka akhirnya lembaga islam kepengurusan masjid mengumumkan kepada seluruh umat muslimin tentang hakikat kisah ini yang sebenarnya. Mereka pun menyesal. Dan merasa tertipu dengan tindakan dajjal, penyihir itu..
Pembaca setia...
Inilah pentingnya tatsabbut (kroscek). Jangan tergesa-gesa mengambil sebuah tindakan atau sikap sebelum di kroscek.
Dampaknya sungguh mengerikan. Minimal, kita benci kepada pihak tersebut, maksimalnya seperti yang ada di kisah ini.
Padahal belum tentu benar. Karena nya Allah mengingatkan kita prihal ini dalam ayat-Nya (Al-Hujurat:6).
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.
Semoga bermanfaat.
SUMBER: telegram.com/Teladanumat
Pemilik blog: instagram.com/h.na19_