Hukum Membantah Kebatilan
الرَّدُّ عَلَى الْبَاطِلِ وَاجِبٌ!
وَالرَّدُّ عَلَى مَنْ يَقُولُ "اشْتَغِلْ بِعُيُوبِكَ" وَاجِبٌ!
قَالَ الشَّيْخُ العُثَيْمِين رَحِمَهُ اللَّهُ:
"الرَّدُّ عَلَى الْبَاطِلِ -سَوَاءً بِدْعَةً قَوْلِيَّةً أَوْ عَقَدِيَّةً أَوْ فِعْلِيَّةً- هُوَ الْحَقُّ، وَتَرْكُهُ هُوَ الْعَيْبُ، وَإِذَا قِيلَ لِمَن يَرُدُّ ذَلِكَ: اشْتَغِلْ بِعُيُوبِكَ [عَنْ عُيُوبِ غَيْرِكَ] قُلْنَا لَهُمْ: وَهَذَا مِنْ عَيْبِي إِنْ لَمْ أَرُدَّ عَلَى الْبَاطِلِ؛ لِأَنَّ الرَّدَّ عَلَى الْبَاطِلِ وَاجِبٌ."
_فَتْحُ ذِي الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ 15/333_
Membantah kebatilan adalah wajib!
Dan membantah orang yang mengatakan "urus saja urusanmu sendiri" juga wajib!
Syaikh al-'Utsaimin, semoga Allah merahmatinya, berkata:
"Membantah kebatilan, baik itu bid'ah dalam ucapan, keyakinan, atau tindakan, adalah kebenaran. Meninggalkannya adalah Aib. Jika dikatakan kepada seseorang yang membantah hal ini, 'Urus saja urusanmu sendiri dan biarkan kesalahan orang lain,' maka kami menjawab kepada mereka: Jika kita tidak membantah kebatilan, lalu siapa yang akan melakukannya? Karena membantah kebatilan adalah wajib."
_Fath Dzi al-Jalal wal Ikram 15/333_
SUMBER:
telegram.com/faedahrandom
Pemilik Blog:
instagram.com/h.na19_